Fashion | Hair | Beauty





FASHION
BENARKAH VITAMIN C BERBAHAYA

Vitamin C atau asam askorbat pertama kali ditemukan tahun 1928 oleh Albert Szent-Györgyi yang meraih penghargaan Nobel tahun 1937 berkat temuannya tersebut. Vitamin yang larut dalam air ini diyakini efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pemutih tubuh, hingga anti-aging, namun benarkah vitamin ini berbahaya?  
 
Vitamin C merupakan anti-oksidan utama dari semua jenis vitamin dalam melawan radikal bebas. Vitamin C juga berperan dalam meningkatkan sistem imun terhadap penyakit, pengaturan fungsi tubuh dan penyerapan zat-zat gizi tertentu. Vitamin C bermanfaat bagi kulit, dapat menghambat kerja enzim tirosinase (pembentuk pigmen) dan proses peremajaan kulit serta pencegahan penuaan dini akibat radikal bebas dan sinar UV. Fungsi lainnya adalah menjaga kualitas pembentukan serta melindungi jaringan kolagen dari kerusakan. Vitamin C dapat diberikan dengan cara diminum (oral) maupun dioleskan (topikal). Bagi yang alergi dengan Vitamin C secara oral, seperti penderita penyakit lambung, pemberiannya dapat dilakukan dengan injeksi (suntikan).  
 
Vitamin C dapat diminum dengan dosis antara 500 hingga 1.000 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 2.000 mg/hari untuk memertahankan kecantikan kulit, biasanya dengan topical atau suntik. Sedangkan untuk mengurangi flek hitam, dianjurkan untuk mengonsumsi Vitamin C antara 2.000 hingga 4.000 mg/hari dalam bentuk buffer (tidak asam) yang dapat dikonsumsi 1-1,5 jam setelah makan. Bahkan dosis yang lebih tinggi dapat diberikan bagi penderita penyakit kanker hingga >4.000 mg/hari. Tentu saja sesuai konsultasi dokter dan kondisi tubuh.



 

Beauty & Hair

Ruko Grand Puri Niaga K6 no.5p
Jl. Puri Kencana, Kembangan
Jakarta Barat, 11610
Ph: 021-58351643
e: beautyharimagz@yahoo.com

Follow us!
 

© Beauty & Hair 2013