Fashion | Hair | Beauty





NEWS
BATIK TANGERANG SELATAN Ian Adrian, Kembangkan Corak Batik Khas Tangerang Selatan

Keragaman budaya nusantara seakan tak pernah habis walau terus dieksplorasi, contohnya batik. Hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki kain batik dengan motif dan warna berbeda yang dipengaruhi budaya setempat.  
 
Kini tak hanya tugu, gedung ataupun kuliner yang menjadi penanda suatu daerah. Ketika batik telah menjadi identitas bangsa yang dikukuhkan oleh UNESCO tahun 2009 lalu, pemerintah daerah berlomba menyokong para pengrajin agar menciptakan motif-motif batik baru yang menggambarkan ciri khas kota mereka.  
 
Tangerang Selatan atau Tangsel dibentuk sebagai kota otonom pada 29 Oktober 2008 dari Wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Sembilan tahun sejak berdiri, tentu banyak perkembangan dan pembangunan yang digagas oleh Pemda setempat. Bukan hanya pembangunan fisik berupa sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas penduduk tetapi juga potensi diberbagai bidang yang bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat, contohnya pelestarian dan pengembangan budaya-budaya lokal seperti kain batik yang melibatkan UMKM di kota tersebut.  
 
“Kami akan terus mendampingi para pembatik agar bisa terus berkembang dengan menggandeng UMKM untuk mengenalkan batik khas Tangsel ke masyarakat luas,” kata Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany kepada media pada Malam Inagurasi Kota Tangerang Selatan di lapangan Sun Burst, BSD, Minggu (26/11) malam.  
 
Di malam puncak peringatan ulang tahun ke 9 kota Tangsel, 76 busana dari kain batik khas Tangsel turut memeriahkan rangkaian acara. Selain dibawakan oleh model professional, busana itu juga diperagakan oleh jajaran PNS yang bertugas di Tangsel misalnya Kapolres, Kepala BNN, Kepala BPN, Camat, dan lain-lain.  
 
Ian Adrian, perancang busana nasional mendapat kepercayaan Pemda Tangsel untuk mengeksplorasi batik kota ini. Tangsel memiliki kekayaan budaya dan tumbuhan yang bisa dijadikan inspirasi dalam mengolah motif batik. Ian juga mengungkapkan sejarah Tangsel tempo dulu yaitu Blandongan, semacam saung yang terletak dekat dengan rumah induk dan berfungsi sebagai tempat kumpul, ngobrol, istirahat atau menyimpan hasil kebun setelah dipetik.  
 
“Blandongan dan anggrek adalah salah satu kekhasan Tangsel yang tak banyak diketahui orang. Pada koleksi ini saya mengembangkan batik motif anggrek Vanda Douglas, Tanah, Rumah Blandongan, Tandon Air dan Golok menjadi busana siap pakai,” ungkap perancang busana senior itu.  
 
Ian juga menegaskan bahwa semua motif yang ia buat berdasarkan sejarah dan kearifan lokal kota Tangsel. Sebelumnya desainer ini telah mempelajari sejarah Tangsel yang tidak bisa lepas dari pengaruh budaya Belanda dan Tionghoa. Hal itu tercermin melalui motif Naga, Kipas dan Klenteng pada busana karyanya. (RA)  
 













 

Beauty & Hair

Ruko Grand Puri Niaga K6 no.5p
Jl. Puri Kencana, Kembangan
Jakarta Barat, 11610
Ph: 021-58351643
e: beautyharimagz@yahoo.com

Follow us!
 

© Beauty & Hair 2013