Fashion | Hair | Beauty





BEAUTY
7 MASALAH INI DAPAT MERUSAK KECANTIKANMU (2) Darurat Jerawat

 
Narasumber : dr.Khairunnisa ZAP Clinic  
 
Hampir semua orang pernah mendapati jerawat di wajah. Selain faktor eksternal seperti polusi, lingkungan, makanan dan gaya hidup jerawat juga dipengaruhi oleh faktor internal yang seringkali tak disadari. Kenali ciri, jenis dan penyebab jerawat sebelum menentukan pilihan untuk mengatasinya.  
 
Sebagai salah satu masalah kulit, jerawat merupakan kondisi umum yang lumrah dialami oleh sebagian besar orang yang berusia di bawah 30 tahun, terutama remaja berusia 14 19 tahun. Walau jerawat dapat menghilang sendiri, pada beberapa kasus jerawat memerlukan penanganan lebih lanjut karena keberadaannya yang mengganggu kepercayaan diri.  
 
Bintik jerawat terdiri dari 6 jenis yaitu papula, pustula, komedo hitam, komedo putih, nodul dan kista. Papula adalah benjolan kecil, berwarna merah, lunak dan terasa menyakitkan. Pustula adalah benjolakan kecil yang di ujungnya terdapat penumpukan nanah. Komedo hitam adalah bintik berwarna hitam yang biasanya terdapat di sekitar hidung. Warna hitam tersebut bukan berasal dari debu atau kotoran, melainkan pigmentasi yang terjadi di dalam lapisan pada folikel rambut. Sementara komedo putih memiliki tekstur lebih keras yang disebabkan akumulasi sebum yang mengeras di dalam pori-pori kulit.  
 
Nodul dan kista masuk dalam kategori jerawat parah. Nodul adalah benjolan besar yang terbentuk di balik permukaan kulit dengan tekstur keras dan terasa menyakitkan. Tak berbeda dengan nodul, ukuran kista juga cukup besar namun berisi nanah, sekilas mirip bisul. Umumnya jerawat kista akan meninggalkan bekas luka permanen setelah sembuh.  
 
Penyebab Jerawat  
Perubahan kadar hormon pada usia remaja atau masa puber sering dikaitkan sebagai pemicu jerawat. Perubahan hormon tersebut berdampak pada kelenjar penghasil minyak atau sebum. Tumpukan sebum itu bercampur dengan kotoran dan sel kulit mati sehingga menyumbat pori-pori yang mengakibatkan bakteri penyebab jerawat berkembang dengan cepat.  
 
Makanan berminyak dan jenis makanan tertentu yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi tubuh misalnya telor dan susu, juga dapat memicu timbulnya jerawat pada sebagian orang. Sementara jerawat pada wanita dipicu oleh perubahan hormon yang terjadi selama siklus haid, pada tiga bulan pertama masa kehamilan dan penggunaan kosmetik yang tidak tepat. Merokok, stress, efek samping obat-obatan, malas membersihkan wajah, polusi, kebersihan tangan saat memegang wajah dan faktor keturunan juga menjadi salah satu pemicu timbulnya jerawat.  
 
Tingkatan Jerawat  
Ada beberapa level yang digunakan untuk mendiagnosa kondisi jerawat yaitu ringan, sedang, cukup parah dan parah. Jerawat tingkat ringan umumnya hanya tumbuh sebatas komedo putih atau hitam dengan sedikit papula dan pustula. Pada tingkat kedua, papula dan pustula muncul di bagian wajah saja. Tingkat selanjutnya adalah papula dan pustula yang muncul di dada dan unggung. Keparahan tertinggi dan tergolong berat adalah jika pustula dan nodul memenuhi berbagai bagian tubuh yang disertai rasa sakit.  
 
Yang Harus Dilakukan  
Bersihkan wajah pagi dan malam hari untuk menjaga kebersihan kulit agar terhindar dari jerawat. Tetapi itu saja belum cukup dan harus dilengkapi dengan memilih pembersih wajah yang tepat, menggosok kulit secara lembut dan menghindari produk kecantikan yang dapat menyumbat pori-pori.  
 
Penanganan  
Merasa tidak nyaman dengan munculnya jerawat adalah saat yang tepat mengunjungi dokter terpercaya. Jika pertumbuhan jerawat semakin parah dan tidak segera ditangani tentu akan menimbulkan komplikasi berupa bekas luka yang mengganggu kepercayaan diri. Umumnya dokter mampu mendiagnosa jenis jerawat hanya dengan memeriksa kulit pasien. Tingkat keparahan jerawat bisa dikenali oleh dokter berdasarkan jumlah jerawat dan inflamasi yang disebabkan oleh jerawat. Tetapi tentunya dokter juga akan menanyakan beberapa hal termasuk obat dan supplement yang biasa dikonsumsi. Selesai pemeriksaan dan diagnosa, barulah dokter memberikan penanganan yang tepat. Jerawat bisa dikendalikan melalui bermacam treatment mulai dari gel, pelembab, krim yang diresepkan oleh dokter, tablet antibiotik untuk jerawat yang lebih parah, hingga perawatan di klinik kecantikan untuk penanganan lebih lanjut.  
 
Yang perlu diketahui adalah pengobatan jerawat harus dilakukan secara teratur dan membutuhkan kesabaran. Umumnya pengobatan akan menunjukkan hasil optimal dalam kurun waktu 3-6 bulan.  
 
Terapi Non Obat  
Untuk hasil yang maksimal dan lebih memuaskan, ada beberapa teknik pengobatan jerawat yang bisa dilakukan terpisah atau bersamaan dengan konsumsi obat. Salah satu yang bisa dicoba adalah treatment Photo Facial yang terdiri dari beberapa langkah, dimulai dengan Face Toning menggunakan teknologi laser untuk mengatasi bekas jerawat, mengurangi produksi minyak berlebih yang menyebabkan timbulnya jerawat dan memperbaiki tekstur permukaan kulit dari lubang bekas jerawat. Dilanjutkan dengan Face Rejuvenation yang menggunakan teknologi berbasis cahaya yang bekerja pada lapisan epidermis untuk menyembuhkan jerawat dan mengurangi peradangan. Tahap terakhir adalah Oxy Infusion yaitu memberikan oksigen secara optimal agar diserap langsung oleh lapisan kulit wajah agar wajah menjadi bersih, segar dan lembab. (RA)  
 


YANG HARUS DILAKUKAN SAAT IRITASI  
 
Karena cuaca yang ektrim, wajah kotor, kosmetik, skincare, makanan, atau terkena matahari relative lama dapat memicu iritasi kulit dan biasanya kulit terasa panas dan gatal, kemerahan, meradang, bersisik, ruam ataupun berjerawat. Agar iritasi segera mereda dan kulit kembali normal.  
 
Find out  
Agar tidak terulang lagi, cari tahu produk atau kandungan apa yang menyebabkan iritasi. Ingat semua produk kosmetik, skincare, rambut yang Anda gunakan. Jika ingin mencoba produk baru sebaiknya coba satu persatu dengan rentang waktu 2 minggu untuk mempermudah jika terjadi reaksi.  
 
Hot water  
Air hangat dapat menjadi pemicu iritasi sebab mengikis minyak alami dan menjadikan kulit kering karena itu hindari apalagi saat terjadi iritasi.  
 
Washing face  
Walau iritasi, tetaplah cuci wajah secara teratur. Disarankan membersihkan wajah setelah selesai mandi dan perlakukan wajah dengan sangat lembut begitupun saat mengeringkannya, jangan menggosok wajah dengan handuk. Setelahnya segera gunakan pelembab.  
 
Soap free  
Kebanyakan sabun menjadikan wajah kering. Pilih sabun yang lembut, tanpa pewangi, busa dan SLS. Jika perlu, basuh wajah dengan air saja selama iritasi.  
 
Soothing product  
Saat iritasi cukup gunakan soothing product yang melembabkan atau pelembab basic apalagi jika iritasi menyebabkan wajah menjadi kering. Studi menunjukkan kulit yang lembab mempercepat penyembuhan luka dan meminimalkan scar.  
 
Take a break  
Untuk sementara cukup gunakan pembersih yang lembut dan basic moisturizer. Istirahatkan kulit dari produk apapun seperti krim wajah dan kosmetik karena saat ini kulit sedang stress dan membutuhkan istirahat untuk bisa kembali sehat dan normal.  
 
Water  
Banyak minum air putih merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan mempercepat penyembuhan saat iritasi.  
 
SOS  
Manfaatkan bahan yang ada di rumah atau sekitar Anda yang mudah dijumpai untuk meredakan dan mengatasi iritasi seperti lidah buaya, mentimun, oatmeal, kulit pisang, minyak zaitun, minyak kelapa, kantung/ampas teh, air mawar, daun mint, basil, madu.  
 
Cooling down  
Kompres wajah dengan air dingin atau es batu. Ambil es batu, lapisi dengan handuk atau kain bersih lalu oleskan perlahan ke wajah.  
 
In the fridge  
Menyimpan produk di dalam lemari es untuk efek dingin pada kulit saat digunakan. Cara ini ampuh mengatasi kulit kemerahan dan iritasi.  
 
Protection  
Selain mempercepat penuaan, paparan sinar matahari memperparah kemerahan dan inflamasi pada kulit. Lindungi kulit dari matahari dan cuaca yang esktrim.  
 
Use care  
Eksfoliasi membantu regenerasi kulit tetapi jika terlalu kasar, kulit dapat iritasi. Gunakan scrub serta peralatan yang lembut seperti sikat wajah dan loofah. Saat iritasi, jengan eksfoliasi kulit dalam bentuk apapun. Tunggu hingga kondisi kulit normal kembali.  
 
Fragrances  
Wewangian pada produk terbukti penyebab utama iritasi dan reaksi alergi pada kulit sensitive. Karena itu, saat iritasi, hindari produk yang mengandung wewangian. (NG)  



 

Beauty & Hair

Ruko Grand Puri Niaga K6 no.5p
Jl. Puri Kencana, Kembangan
Jakarta Barat, 11610
Ph: 021-58351643
e: beautyharimagz@yahoo.com

Follow us!
 

© Beauty & Hair 2013